Salah satunya, seperti dilakukan pelukis ternama asal Garut Iwan Ridwan (40). Dia menggelar lelang beberapa lukisan di depan gedung KNPI Jalan Ahmad Yani Kabupaten Garut, Selasa (13/1/2009).
Pelukis yang pernah mendapatkan penghargaan rekor Muri 2005 lalu itu mengaku rela melelang semua karya lukisan-nya untuk membantu warga Palestina yang kini terkena kekejaman perang Palestina.
Sebelum melakukan lelang, Iwan mencoba menorehkan koas kecil dengan menggambar salah tokoh Hamas, Syekh Ahmed Yasin dengan bahan cat arkrilik warna hitam dan putih yang di gambar diatas kanvas ukuran 1 meter x 80 sentimeter.
Sontak, warga yang melewati jalan tersebut mengaku kagum dan kaget, melihat aksi yang dilakukan Iwan itu benar-benar cukup unik dan berbeda, dibanding yang lainnya yang melakukan aksi demo. Selain itu, dilokasi pun terpampang tulisan, "Lelang Lukisan Buat Kemanusaiaan Palestina."
Hanya dengan hitungan waktu 25 menit, lukisan wajah tokoh pendiri Hamas itu mampu diselesaikan secara apik dan rapih oleh pemilik galeri Aster yang berada di Gang Cempaka No 341 B, RT 05/RW 04 Jalan Guntur Melati Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut itu. Rencanaya lukisan syekh tersebut akan dilelang Rp15 juta.
Selain lukisan Syekh Yasin, tujuh lukisan karya Iwan lainya yang dipampang di teras gedung KNPI Garut akan dilelang. Di antaranya, lukisan Hendri Dunant, Florens Nothing Angel, Pati Bayumas, dan tiga buah lukisan terkecil yang telah mendapatkan penghargaan rekor Muri tahun lalu, seperti gambar wajah Bung Karno 10mm x 20mm, wajah mantan presiden Soeharto ukuran 8mm x 12mm, dan lukisan Aa Gym 20mm x 25 mm, semua lukisan tersebut telah ditaksir mencapai Rp60 juta.
"Jumlah uang dari hasil lelang lukisan ini, akan saya sumbangkan melalui rekening Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta, untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina yang kini sedang menghadapi kekejaman perang Israel," ucap Iwan..
Menurut Iwan, dirinya mengaku berat menjual hasil karya-karya lukisan itu, tapi kalau berbicara tentang persaudaraan, yang kini sedang dilanda musibah kekejaman dan kezaliman peperangan, ia rela menjual semua karya lukisan kesayangan-nya.
Padahal, lukisan yang mendapatkan rekor Muri tersebut banyak yang menawar dari beberapa kalangan pengusaha dan seniman. Namun, lukisan ini tak ada niat akan di jual.
"Kalau boleh dikata, saya akui merasa berat menjual semua karya lukisan ini. Apalagi lukisan gambar wajah ukuran kecil itu, karena lukisan itu merupakan karya saya yang paling dibanggakan. Saya akui apakah masih mampu membuat lukisan kecil itu, kemungkinan besar saya tidak akan mampu membuat gambar wajah kecil itu, namun saya rela jual untuk mereka saudara kita di Palestina," terang Iwan.
Kegiatan lelang lukisan tersebut akan digelar selama dua hari 13 hingga 14 Januari. Terlihat, lelang pertama digelar, lukisan tersebut belum ada satupun yang membeli.
Namun, beberapa warga yang datang dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat berdatangan ingin melihat lukisan. "Saya rela semua uang hasil lelang lukisan ini, akan disumbangkan semua untuk membantu warga Palestina," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar